Headlines News :
'
Home » » Ridha dengan ketetapan ALLÂH

Ridha dengan ketetapan ALLÂH

Written By Al-ghuraba on Selasa, 28 Desember 2010 | Selasa, Desember 28, 2010

*** Edisi Selasa, 22 Muharam 1432 H

"Wahai anakku, jika ada sesuatu yang menimpamu, apakah engkau menyukainya atau engkau membencinya, maka katakanlah didalam hatimu bahwa itu adalah yang terbaik bagimu", begitulah suatu hari Lukmanul-Hakim berkata kepada anaknya.

Pesan-pesan yang bermuatan Tauhid kepada ALLÂH dan wejangan bermakna agar menjadi hamba ALLÂH yang baik seringkali kita dapatkan dari pesan-pesan berharga yang disampaikan Lukmanul-Hakim kepada anaknya, pesan-pesan itu laksana mutiara yang teramat mahal nilainya atau ibarat cahaya obor yang menerangi relung hati sehingga darinya terpancar sinar yang mampu menerangi seluruh keyakinan dan perilaku pemiliknya dan menjadikannya sosok pribadi yang kokoh dalam prinsip-prinsip Tauhid dan keyakinan yang dipegangnya akan kebesaran dan kekuasaan ALLÂH.. serta mencetak pribadi yang luhur dalam akhlaq perangainya, termasuk wejangan diatas, ia memberikan wejangan kepada anak yang dicintainya agar senantiasa Ridha terhadap keputusan ALLÂH apapun bentuknya.

Anaknya berkata,"yang seperti ini belum bisa kucerna sebelum aku bisa mengetahui apa yang ayah katakan itu memang benar seperti itu".

Lukman berkata lagi, "Wahai anakku,.. sesungguhnya ALLÂH telah mengutus seorang Nabi , Maka marilah kita menemuinya, karena dia akan menjelaskan apa yang kukatakan kepadamu".

"Kalau begitu, bawa aku untuk menemuinya", kata anaknya.

Setelah mempersiapkan bekal yang mencukupi, Luqman dan anaknya berangkat sambil menunggang keledainya masing-masing. Mereka mengarungi padang pasir yang luas membentang dan terus melanjutkan perjalanannya.

Ketika sampai tiba tengah hari, panas matahari membakar ubun-ubun, air dan bekalpun sudah habis, keledai yang ditungganginya juga telah melemah, merekapun turun dari punggung keledai lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tatkala keadaan mereka seperti itu tiba-tiba Luqman melihat bayang-bayang hitam dihadapannya dan asap mengepul. Dia berkata dalam hatinya,"Bayang-bayang hitam adalah pepohonan dan asap yang mengepul adalah daerah perkampungan".

Selagi keadaan mereka berdua benar-benar sudah keletihan, tiba-tiba anaknya Luqman menginjak sepotong tulang yang tergeletak diatas tanah, hingga menembus telapak kakinya dan ujungnya mencuat keatas. Seketika itu pula anaknya tersungkur ketanah dan pingsan. Luqman yang melihat anaknya tersungkur seperti itu langsung melompat dan memeluknya, ia lalu mencabut tulang yang menancap di telapak kaki anaknya itu dengan menggunakan giginya, lalu menyobek kain tutup kepalanya dan membalutkannya ke telapak kaki anaknya.

Dia memandangi wajah anaknya sambil menangis dan air matanya mengenai pipi anaknya sehingga membuatnya siuman dari pingsannya.

Anaknya melihat ayahnya sedang menangis, lalu iapun berkata,"Wahai ayah,.. ayah menangis padahal ayah pula yang berkata,"yang demikian inilah yang terbaik bagiku'…. Lalu bagaimana dengan ucapan itu sementara ayah sendiri menangis ?... sedang makan dan minuman kita pun sudahlah habis, tinggal saya dan ayah yang ada ditempat ini "

Luqman berkata,"Adapun tentang tangisku ini wahai anakku, maka aku ingin menebus dirimu dengan seluruh bagianku di dunia ini. Bagaimanapun aku adalah seorang ayah yang memiliki rasa kasih sayang layaknya seorang ayah…..Sedang tentang perkataanmu,'bagaimana mungkin hal ini merupakan yang terbaik bagiku?'… Maka boleh jadi yang dipalingkan darimu itu lebih besar dari mushibah yang menimpamu, … dan boleh jadi apa yang menimpamu itu lebih ringan daripada apa yang dipalingkan darimu".

Luqman memberikan nasihat berharga sehubungan dengan apa yang baru saja menimpa anaknya, bahwa tangisan itu bukan berarti kesedihan atas sebuah penyesalan dari apa yang sudah dikatakannya sebelum ini, bukan pula apa yang pernah dinasihatkan sebelum ini salah,.. Luqman tetap memberikan penjelasan bahwa musibah yang semakin menjadikan mereka berdua menderita itupun tetap harus diyakini bahwa itulah yang terbaik dari ALLÂH untuk mereka, dan hendaknya senantiasa ridha terhadap ketentuan ALLÂH walau itu terasa pedih.

Selagi keduanya sedang berbincang-bincang seperti itu, tiba-tiba Luqman memandang kearah depan. Bayangan hitam dan kepulan asap yang dilihatnya tadi sudah tidak tampak lagi. Dia berkata didalam hati, "Tidak,…aku telah melihatnya (tadi).. Boleh jadi ALLÂH lah yang telah menciptakan apa yang telah kulihat tadi".

Dalam keadaan dia memikirkan hal itu, tiba-tiba dia melihat sosok seseorang yang menunggang seekor kuda yang amat gagah, mengenakan pakaian serba putih. Orang yang datang itu muncul secara seketika. Sebelum ini Luqman tidak pernah melihat bayangan kehadirannya, namun tiba-tiba saja orang itu sudah ada di dekatnya.

Orang yang berpakaian putih itu mundur sedikit lalu bertanya,"Bukankah engkau ini Luqman ?"

"benar" jawab Luqman…. "Apa yang dikatakan anakmu yang bodoh itu?" Tanya lelaki itu.

"Wahai hamba ALLÂH, siapakah gerangan engkau ini ?,aku tidak pernah mendengar suaramu dan tidak melihat wajahmu" (kata Luqman).

"Aku adalah Jibril, tidak ada yang bisa melihatku kecuali malaikat yang mendekatkan diri kepada ALLÂH atau nabi yang diutus. Sekalipun begitu engkau masih bisa melihatku. Lalu apa yang dikatakan anakmu yang bodoh itu kepadamu?".

Luqman balik bertanya,"Apakah engkau tidak mengetahuinya?".

Jibril menjawab,"Aku tidak tahu sedikitpun urusan kalian berdua, hanya saja aku akan melindungi kalian berdua saat mereka datang kepadaku. Robb-ku telah memerintahkan kepadaku untuk menjungkirbalikkan kota itu dan seisinya. Lalu mereka mengkabarkan kepadaku bahwasannya kalian berdua hendak datang ke kota itu. Lalu aku berdoa kepada Robb-ku agar Dia menahan kalian berdua menurut kehendak-Nya, agar aku dapat menyusul kalian. Maka Dia menahan kalian dengan musibah yang menimpa anakmu itu hingga aku dapat menyusul kalian. Kalaulah tidak ada musibah itu , sudah barang tentu kalian berdua sudah lumat karena adzab bersama dengan orang-orang yang dilumatkan dikota yang kalian tuju itu".

Kemudian Jibril mengusapkan tangannya ke kaki anak Luqman, seketika itu pula sembuh sehingga dia bisa berdiri tegak seperti sediakala. Jibril juga mengusapkan tangannya ke kantong makanan yang sudah kosong, hingga terisi penuh makanan lagi. Keledai mereka juga diusap hingga menjadi kuat kembali. Setelah Luqman dan anaknya naik keatas punggung keledai masing-masing, keledai itu melesat seperti melesatnya burung, hingga tiba kembali dirumah yang telah mereka tingggalkan berhari-hari.

Kisah diatas adalah contoh nyata bagaimana ALLÂH Maha berkehendak untuk menyelamatkan hamba-Nya dengan cara-Nya sendiri yang tidak diketahui oleh hamba bahwa sesungguhnya ALLÂH sudah menyelamatkannya dari sebuah bencana yang lebih besar dan ALLÂH sudah memilihkan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Seringkali kejadian seperti diatas terjadi atas diri manusia, dimana hamba mendapatkan musibah dengan sesuatu yang sederhana atau bahkan musibah yang besar. Dalam semua kondisi, hendaklah orang-orang beriman selalu berbaik sangka kepada ALLÂH dengan pilihan KETETAPAN-NYA untuknya, bahwa itulah yang terbaik bagi dirinya, dan ia ridha dengan ketetapan-Nya itu. Sebab boleh jadi ALLÂH sudah menyelamatkannya dari musibah yang lebih besar daripada hanya sekedar musibah yang telah menimpanya itu tanpa ia ketahui.

Hanya saja sering kali kita temukan, bahwa seorang hamba "ngomel" dan menggerutu dengan apa yang menimpanya, atau bahkan berburuk sangka kepada ALLÂH dan mengatakan bahwa ALLÂH tidak adil. Padahal tidaklah sepatutnya seorang mukmin berburuk sangka kepada ALLÂH dengan ketetapan-Nya dan apa yang menimpa dirinya. Disinilah diperlukan iman kepada qadha (ketetapan) dan qadar (taqdir) ALLÂH, sehingga dengan keimanannya itu ia ridha terhadap ketetapan ALLÂH untuk dirinya. Dan orang mukmin harus menyadari bahwa pengaturan ALLÂH jauh lebih baik daripada pengaturan dirinya sendiri.

Didalam kitab zabur Dawud (alaihissalam) disebutkan,"Apakah engkau tahu siapakah orang yang paling cepat berlalunya diatas ash-shirath ?. Mereka adalah orang-orang yang RIDHA terhadap hukum-Ku dan lisan mereka basah karena menyebut nama-Ku"

Dawud alaihissalam bertanya,"Wahai Robbi, siapakah hamba yang paling Engkau murkai ?"… ALLÂH menjawab,"Hamba yang memohon pilihan terbaik kepada-Ku dalam suatu urusan, lalu Aku memilihkannya baginya, namun dia tidak ridha".

Maka dengan demikian,Ridha dengan ketetapan ALLÂH adalah buah daripada iman kepada ALLÂH. Seseorang yang semakin dalam dan kuat keimanannya , maka ia akan semakin ridha terhadap pemberian ALLÂH atas dirinya. Ini sebagaimana disebutkan dalam Firman ALLÂH :

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

" … Dan barangsiapa yang beriman kepada ALLÂH , niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya….." (QS.64 :11).

Mengenai ayat ini, maka Al-Qomah berkata, "Artinya musibah yang menimpa seseorang , lalu dia menyadari bahwa musibah itu datangnya dari ALLÂH, maka dia pun menerima musibah itu dan dia pun RIDHA".

Begitulah kedudukan Ridha terhadap Ketetapan ALLÂH , ia merupakan kedudukan muqarrobin (orang-orang yang didekatkan kepada ALLÂH) yang paling tinggi. Ia merupakan buah daripada cinta kepada ALLÂH. Ia pula merupakan pertanda kebaikan yang dimilikinya, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shollallâhu alaihi wasallam :

إذا أراد الله بعبد خيرا أرضاه بما قسم له

"Jika ALLÂH menghendaki suatu kebaikan pada seorang hamba, maka Dia membuatnya ridha terhadap bagian yang ditetapkan-Nya baginya".

Al-Hasan berkata,"Siapa yang ridha terhadap apa yang diberikan kepadanya, niscaya ALLÂH akan melapangkan dan memberikahinya, dan siapa yang tidak ridha, maka DIa tidak akan melapangkan dan tidak pula memberkahinya".

Dan hanya kepada ALLÂH-lah kita memohon Taufiq dan Hidayah.

Wallahu a'lam.

*** Disarikan dari kitab : Minhajul Qashidin, karya syekh Ibnu Qudamah almaqdisi rahimahullah (Edisi Indonesia : "Minhajul Qashidin, Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk"; pustaka al-kautsar-jakarta, pustaka as-sunnah).

Share this article :

1 komentar:

  1. Halo,
    Nama saya ROBBI dari Cirebon Jawa Barat Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Alicia Radu karena telah membantu saya mendapatkan pinjaman yang baik setelah saya banyak menderita di tangan pemberi pinjaman online palsu yang menipu saya untuk mendapatkan uang tanpa menawarkan pinjaman, saya telah membutuhkan pinjaman selama 3 tahun terakhir untuk memulai bisnis saya sendiri di kota Cirebon di mana saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di Turki yang telah menipu saya dan tidak menawarkan pinjaman kepada saya. dan saya sangat Frustrasted karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di Turki, karena saya berhutang kepada bank dan teman-teman saya dan saya tidak punya orang untuk dijalankan, sampai suatu hari setia bahwa seorang teman saya menelepon Siti Aminah setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari Ibu Alicia Radu, jadi saya harus menghubungi Siti Aminah dan dia mengatakan kepada saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi Ibu Alicia Radu bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya harus mengumpulkan keberanian dan saya menghubungi Ibu Alicia Radu dan saya terkejut ketika pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 3 jam pinjaman saya ditransfer ke rekening saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah mukjizat dan saya harus bersaksi tentang pekerjaan baik Ibu Alicia Radu
    jadi saya akan menyarankan semua orang yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi email Ibu Alicia Radu: (aliciaradu260@gmail.com) dan saya jamin bahwa Anda akan bersaksi seperti yang saya lakukan dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang Ibu Alicia Radu email saya : (robbi5868@gmail.com) dan Anda masih dapat menghubungi Siti Aminah yang memperkenalkan saya kepada ibu Alicia Radu melalui email: (sitiaminah6749@gmail.com)
    semoga Tuhan terus memberkati dan mencintai ibu Alicia Radu untuk mengubah kehidupan finansial saya

    BalasHapus

alhamdulillah, semoga blog ini tetap eksis dan bermanfaat untuk ummat, bagi izzul Islam walmuslimin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Al-ghuraba - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template