Headlines News :
'
Home » » Hingga kalian kembali kepada Dien kalian

Hingga kalian kembali kepada Dien kalian

Written By Al-ghuraba on Selasa, 17 Mei 2011 | Selasa, Mei 17, 2011




*** Edisi Selasa, 13 Jumadil akhir 1432 H
Sesungguhnya Jihad merupakan syari'at yang ALLAH tetapkan untuk menjaga Dien-Nya. Menjaga dari kehinaan Dien itu sendiri dihadapan agama-agama yang lainnya, dan menjaga dari kehinaan ummat islam dihadapan umat yang lainnya.
Dengan jihad itulah Dien islam akan terjaga, sebab ia merupakan pembelaan dengan segenap pengorbanan pemeluknya untuk menjadikan islam sebagai satu-satunya Dien yang dianut oleh manusia sehingga manusia terselamatkan didunia dan diakherat kelak.
Dengan jihad itu pula kehormatan dan kemulyaan syariat islam dan pemeluknya akan terjaga, sebab dengannya tidak membiarkan agama ini dilecehkan dan direndahkan dihadapan manusia. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang ALLAH ridhai, yang mana penghinaan kepada syari'at adalah penghinaan kepada sang Pencipta Dien ini. Dan permusuhan kepada agama islam merupakan permusuhan kepada ALLAH Azza wa Jalla.
Maka oleh sebab itu, benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, bahwa ummat ini akan senantiasa tenggelam dalam kehinaan selama mereka meninggalkan syariat jihad dalam kehidupan menjalankan agama mereka.
Ummat islam tidak akan ditakuti oleh ummat yang lain ketika kaum muslimin meninggalkan jihad, sebab musuh-musuh islam akan merasa angkuh dengan kekuatan mereka yang berarti mereka merasa bahwa agama dan ajaran merekalah yang benar dan yang wajib diikuti manusia, ajaran kebathilan, agama yang berdasarkan kebodohan yang didasari oleh hawanafsu belaka. Ajaran kekufuran yang mengikuti kehendak syaithan dengan segala apa yang disenangi oleh hawanafsu. Mereka berkuasa dimuka bumi dan berbuat sewenang-wenang dengan membuat kerusakan diatasnya dan menyesatkan manusia dari jalan yang benar.
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
(Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda :"Jika kalian berjual beli secara cara 'inah, mengikuti ekor sapi, ridla dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.".*1)
Penulis kitab ‘Aunul Ma’bud, syarh kitab sunan Abu Dawud, beliau mengatakan bahwa yg dimaksud adalah ketika ummat islam meninggalkan jihad saat jihad merupakan kewajiban individu atas mereka. Beliau juga menjelaskan bahwa “sebab-musabab kehinaan yang ditimpakan ALLAH kepada kaum muslimin adalah ketika mereka meninggalkan Jihad fii sabilillah yang didalamnya ada kemuliaan islam dan keagungannya diatas semua Dien yang ada, maka dalam kondisi demikian ALLAH memperlakukan kaum muslimin sedemikian ini karena meninggalkan jihad. ALLAH mencampakkan kehinaan atas kaum muslimin lalu mereka menjadi orang-orang yang berjalan dibelakang ekor-ekor sapi setelah sebelumnya mereka mengendarai kuda-kuda (didalam pertempuran) yang merupakan kedudukan yang paling gagah (mulia) didalamnya.”

Ya.., ummat islam akan ditimpa kehinaan selama meninggalkan jihad, sampai mereka kembali menapaki agama ini dengan benar sesuai yang ALLAH perintahkan, sampai kembali melaksanakan kewajiban jihad yang dengannya akan menghilangkan kehinaan yang menimpa ummat ini.
Apabila kalian wahai kaum muslimin telah berjual beli dengan cara 'inah (riba), …kalian juga telah memegangi ekor-ekor sapi (yakni peternakan binatang ternak) , …dan kalian merasa senang dengan perkebunan (yakni pertanian)…. Ini semua adalah perkara-perkara yang melalaikan ummat dari kesadaran untuk membela agamanya, bahkan beternak dan bertani yang merupakan bagian dari usaha untuk menghidupi keluarga sekalipun, tak luput dari teguran ALLAH lewat lisan Rasulullah untuk ummatnya.
Ketika ummat disibukkan dengan pemberdayaan ekonomi, apalagi dengan system kapitalis yang melegalkan system riba yang diharamkan ALLAH,… dimana pada saat yang bersamaan ummat ini meninggalkan kewajiban jihad fii sabilillah untuk meninggikan kalimat ALLAH, maka tunggulah kehinaan itu.
Dan nyatalah hari ini, ummat islam benar-benar terpuruk, tidak ada satu negarapun yang menerapkan syariat islam sehingga dengannya orang-orang mukmin bebas beribadah kepada ALLAH secara menyeluruh (kaaffah) sesuai yang ALLAH perintahkan. Tempat suci umat islam al-Aqsha dikuasai yahudi, darah ummat islam mengalir, dan kehormatan pemeluknya dinodai diberbagai tempat.
Adapun kalau ditanya tentang ekonomi dalam islam, maka sesungguhnya ia adalah untuk menopang & menghidupi keluarga… dan dalam kaitannya dg agama, ia sebagai penopang dalam dakwah dan jihad… Dan tidaklah ekonomi berdiri sendiri dengan melalaikan kewajiban yang lain seperti kewajiban jihad, apalagi alasan ekonomi adalah diantara alasan yang dipakai oleh orang-orang yang tidak ingin berjihad.

 

Ummat islam yang jumlahnya 1,5 milyar di belahan bumi tidak banyak berarti dihadapan kekuatan dan keangkuhan orang-orang kafir dengan ajaran sesat mereka. Kaum muslimin ibarat buih yang tiada berarti. Mereka lebih disibukkan dengan urusan-urusan pribadi mereka daripada memikirkan dan berkorban untuk kepentingan agamanya. Padahal agamanya menyeru mereka untuk bangkit membelanya. Padahal ALLAH mewajibkan mereka untuk meninggikan kalimat-Nya. Padahal Rasulullah telah mencontohkan kemuliaan dan keagungan ajaran ini sehingga kehadiran islam dengan kelurusan jalannya dan keadilannya sebagai Rahmat bagi umat manusia.
Sungguh musuh-musuh sudah tidak merasa takut lagi dengan kekuatan ummat islam. Sungguh orang-orang kafir telah menjadi semakin leluasa untuk berkuasa dimuka bumi dan menebarkan ajaran busuk mereka serta berbuat sewenang-wenang ketika ummat islam meninggalkan jihad. Ummat islam laksana buih yang tak berarti apa-apa dihadapan ummat yang lain, walaupun jumlah mereka banyak,.. ummat islam laksana makanan yang dikerumuni oleh pemangsa dari berbagai penjuru yang siap dilahap sesuai kehendak mereka. Tidak ada pembelaan ketika agama islam dihinakan, tidak ada pengorbanan yang dipersembahkan ketika wanita-wanita muslimah dinodai,.. tidak ada yang bangkit mengenyahkan penguasa jahiliyah ketika syariat islam tidak diterapkan,.. tidak ada yang memberikan "pelajaran" ketika kitab suci al-Qur`an dilecehkan,… tidak ada yang membebaskan tanah suci dari cengkraman musuh-musuh yang kafir,… tidak ada yang membebaskan para tawanan muslim yang dipenjara karena menegakkan agamanya,…. Tidak ada yang menyambut seruan para muslimah dibalik jeruji orang kafir amerika di irak, palestina, kasymir dan diberbagai belahan bumi,.. tidak ada yang membalas kezhaliman musuh-musuh ketika darah anak-anak muslimin ditumpahkan…. ….. Lalu dimanakah ummat ini ?.. dimanakah pemeluk Dien ini …?... padahal jumlah mereka banyak ?....

 

Ya,.. umat ini sudah mencintai dunia secara berlebihan,.. umat ini telah meninggalkan jihad ,.. telah meninggalkan sifat perwiranya dan mereka takut akan kematian, seperti yang digambarkan dalam sebuah hadits :

 

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda "Hampir-hampir ummat yang lain akan mengerumuni kalian dari segala penjuru sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni piring mereka". Perowi berkata, 'Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ketika itu jumlah kita sedikit ?", Nabi menjawab, "Ketika itu jumlah kalian sangat banyak,.. akan tetapi kalian seperti buih yang mengalir. Rasa takut akan dicabut dari hati musuh-musuh kalian, dan sebaliknya akan dicampakkan kedalam hati kalian sifat al-Wahn". Kami (para shahabat) bertanya, "apakah al-Wahn itu ?". (beliau menjawab), " Cinta dunia dan takut mati !". *2)

 

Sungguh benarlah apa yang dikatakan oleh Nabi kita, teladan kita… bahwa ketika ummat ini sudah cinta dunia dan takut mati, dia akan kehilangan wibawa… dan musuh sudah tidak akan merasa takut lagi kepada kaum muslimin, sehingga akhirnya mereka berbuat semena-mena. Ketika ummat sudah takut untuk berperang (…begitu dalam riwayat hadits yang lain) maka ummat ini akan ditimpa kehinaan. Lalu apakah solusinya ?...solusinya,.. kembali kepada Dien kita yang murni,.. kembali melaksanakan kewajiban jihad untuk menempatkan islam pada posisinya yang diatas,.. dan tidak ada sesuatu ajaranpun yang "mengangkangi" islam diatasnya.
Kembalilah kepada jihad,.. untuk mengembalikan izzah islam dan kaum muslimin sebagaimana telah ditempuh oleh sebagian kecil dari ummat ini hari ini,.. dan mereka telah dirahmati ALLAH untuk menghidupkan kembali syariat ini dengan segenap pengorbanannya.

 

Semoga yang lain dapat menyusul dan bergabung dengan kelompok kecil ini, dimanapun ia berada.

 

*** Wallahu a'lam.

*1) Hadits riwayat ABU DAWUD No. 3003. (Dishahihkan oleh albani)-(Shohih Al Jami' Ash shoghir, no. 324)
*2) HR. Ahmad 5/278
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Al-ghuraba - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template