Headlines News :
'
Home » » Ikatan iman & berkaca dari kekalahan

Ikatan iman & berkaca dari kekalahan

Written By Al-ghuraba on Selasa, 15 Maret 2011 | Selasa, Maret 15, 2011

*** Edisi selasa, 10 Rabi'ul akhir 1432 H

Ikatan iman adalah ikatan yang menyatukan seluruh hati kaum muslimin dibelahan bumi manapun. Ia menyatukan seluruh ummat ini. Ia menembus semua tapal batas perbedaan yang ada pada manusia, tidak dibatasi oleh warna kulit, bahasa, asal daerah, jenis rambut ataupun bentuk mata. ALLÂH menyatukan mereka dalam wadah islam yang Dia ridhai.

ALLÂH berfirman :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk".( QS.Ali Imran : 103)

Ayat diatas menyebutkan serta mengingatkan kaum muslimin akan ikatan persaudaraan diantara mereka , bahwa ikatan yang mempersatukan diantara manusia adalah IKATAN AQIDAH dan DIEN , bukan ikatan tanah air atau bumi kelahiran.

Aqidah inilah yang mempersatukan mereka pada awal mulanya dan telah mencetak mereka sebagai umat, seperti yang telah difirmankan ALLÂH :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

.."Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…." (QS. Ali Imran : 110).

Dan mereka itulah ummat yang pertama dalam sejarah manusia yang keluar dari kandungan dua sumber suci, dari apa-apa yang difirmankan oleh Rabbul 'Izzati yang termaktub dalam Kitab-Nya,… dan dari apa yang disabdakan oleh Rasûlullâh Shollallâhu ´alaihi wasallam.

Adapun kedudukan sebagai umat yang terbaik adalah dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mereka, yaitu…:

تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

"menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…" (QS.Ali Imran : 110).

Dengan syarat-syarat itulah ummat islam akan dapat mencapai kemajuan dan memimpin ummat manusia. Yaa,.. dengan Amar makruf,…. Nahyi Munkar…. Dan beriman kepada ALLÂH.

Dengan itulah mereka menjadi ummat yang terbaik, dan sifat-sifat terpuji itulah mereka akan tampil di dunia untuk menyelamatkan umat manusia.

Sebagaimana perkataan Rib'i bin Amir, ketika menjawab pertanyaan Rustum panglima Persia, ia berkata,"ALLÂH telah mengutus kami—ia tidak mengatakan 'kami datang', tetapi : ALLÂH mengutus kami – untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan terhadap sesama hamba … menuju penghambaan terhadap ALLÂH… dari kesempitan dunia, menuju kelapangan dunia dan akhirat,.. dan dari kelaliman agama-agama kepada keadilan Islam".

Maka dengan sifat-sifat yang terpuji inilah umat Islam terus menjadi pemimpin dunia dalam kurun waktu yang panjang, berabad-abad lamanya, hampir 13 abad, dan ALLÂH Azza wa Jalla berfirman :

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? " (QS.al-anbiya :10)

Yakni dengan MENGINGAT apa yang ada didalam al-Qur`an, maka kalian akan menjadi sebutan (yang baik) dikalangan manusia, dan dengan sikap teguh kalian dalam berpegang pada kitab ini, maka kalian akan menjadi tiang sandaran bagi umat manusia dan jika sampai kitab ini dilupakan, maka kalian akan dilupakan oleh umat manusia didunia.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika ummat Islam hari ini terpinggirkan bahkan dalam kehinaan dihadapan umat yang lain, seolah tidak memiliki lagi harga diri dan kemuliaan dirinya. Tempat suci umat islam dirampas, tanah-tanah islam diduduki musuh, ummatnya dijadikan "budak" untuk mengabdi kepada orang-orang kafir, kehormatan pemeluknya dinodai dibanyak tempat, kaum muslimin di"habisi" tanpa pembelaan yang berarti dari saudaranya, syariat islam di jauhkan serta hukum jahiliyah yang diterapkan ditengah-tengah mereka.

Itu disebabkan ummat ini tidak kembali kepada kitab suci mereka, kaum muslimin mengabaikan perintah ALLÂH untuk menjadikan al-Qur`an dan sunnah Nabi-Nya sebagai sumber pedoman hidup mereka. Mereka telah melalaikan perintah ALLÂH yang suci untuk mengikuti pedoman hidup mereka dalam semua lini kehidupan mereka.

Padahal, kita pernah menguasai dunia berabad-abad lamanya ketika nenek moyang kita mengikuti tuntunan Dien ini dengan baik. Ketika ikatan yang menyatukan ummat ini adalah Aqidah,.. ketika sendi-sendi kekuatannya adalah Mahabbah fillah (kecintaan karena ALLÂH),.. ketika pusakanya adalah ukhuwwah fillah (Persaudaraan dalam agama ALLÂH)… ketika tujuannya adalah meninggikan kalimat ALLÂH… dan ketika mati dijalan ALLÂH adalah cita-citanya yang paling tinggi.

Inilah tali ikatan, inilah cita-cita.. dan perkara inilah yang membuat umat Islam tampil ke permukaan memimpin umat-umat yang lain dengan penuh kemuliaan. Dan musuh Islam tahu betul akan hal ini dari kita, karena itu mereka semua saling mengingatkan satu sama lain sejak raja Louis IX mengalami kekalahan di manshurah, dan ditawan, bahwa bangsa yang digerakkan oleh kekuatan iman dan didorong oleh ghirah (kecemburuan) agama, mampu mengalahkan tentara perancis dalam perang salib dan berhasil menawan raja mereka , Louis IX.

Selama dipenjara di Darul-Luqman di manshurah, Louis IX berfikir bagaimana caranya dapat bangsa seperti itu ?. Setelah dibebaskan dari penjara dan kembali kenegerinya, dia memberi nasihat bahwa untuk dapat mengalahkan bangsa muslim mereka harus dapat mengeluarkan RUUH (yaitu dorongan spirit kejuangan) yang mengalir dalam urat nadi dan persendian mereka, dan ruh spirit yang menghidupkan hati mereka adalah DIENUL-ISLAM, untuk itu mereka harus dapat menggantikan posisinya dengan ikatan-ikatan dan pertalian-pertalian baru.

Gladstone, Perdana Menteri inggris berdiri di Majlis Parlemen dengan mengangkat sebuah kitab suci al-Qur`an, sambil berkata," Selama kitab ini masih berada didalam hati dan pikiran orang-orang Islam, maka kalian tak akan mungkin dapat menapakkan kaki kalian di tengah-tengah mereka". Dan dia berpesan pada mereka agar menarik al-Qur`an dari sisi kaum muslimin,… pengamalannya, bukan ilmunya, .. realitasnya bukan kata-katanya,…. Dan agar mereka mengikis pengaruh-pengaruh ajaran al-Qur`an dalam kehidupan kaum muslimin.

Mereka tetap akan membiarkan tulisan dan kitab al-Qur`an disisi kaum muslimin, tetapi mereka akan mencerabut dari hati-hati setiap muslim isi yang terkandung didalam al-Qur`an itu.

Musuh-musuh islampun mulai bekerja dengan keras, bagaimana upaya menjauhkan kaum muslimin dari al-Qur`an, dalam arti kata menjauhkannya dari spirit kejuangan untuk menjadikannya sebagai pedoman umat islam. Upaya mereka diawali dengan memecah belah barisan muslimin hingga runtuhlah Khilafah Utsmaniyah. Dan ketika mereka berhasil menumbangkan mercusuar islam yang terakhir, yaitu saat runtuhnya Khilafah Utsmaniyah tahun 1924, mereka semakin menjadi-jadi dan serempak untuk bisa menguasai negeri-negeri kaum muslimin dan menerapkan tata negaranya sesuai dengan hawanafsu mereka.

Seiring dengan itulah, umat islam semakin dijauhkan dari tata nilainya yang luhur dan suci. Ajaran Dien yang bersih mereka kotorkan, aqidah yang lurus mereka simpangkan, sejarah-sejarah keemasan islam mereka kubur, aliran-aliran yang sesat mereka suburkan, kejuangan dan persaudaraan islam mereka ganti dengan nasionalisme kebangsaan dan tanah air masing-masing negeri, budaya-budaya barat mereka gelontorkan, berita-berita yang akan membangkitkan pembelaan kepada agamanya mereka tukar dengan berita-berita peradaban dan teknologi, dan tak lupa sederet kegiatan-kegiatan dan acara-acara mereka jadikan tradisi hanya untuk tujuan melalaikan umat islam dari kepeduliaannya terhadap agama mereka, sebutlah misalnya piala dunia sepakbola dan pesta olahraga-olahraga baik yang bersifat local, regional ataupun internasional. Atau budaya-budaya seni dan film-film yang mengajarkan manusia semakin bejat dan hanyut dalam dunia fantasi dan hawanafsunya. Belum lagi untuk negeri-negeri mayoritas muslimin, mereka menjaring para kader umat islam untuk mereka didik dengan didikan islam ala mereka yang akan menjadi "corong" mereka dalam memahami islam yang jauh dari ajaran yang suci dan mengingatkan umatnya kepada kemuliaan islam dan keagungannya.

Sedikit sekali dari ummat islam yang menyadari hal ini, apalagi untuk memperjuangkan kembalinya kemuliaan islam pada tempatnya sesuai dengan yang ALLÂH perintahkan. Al-Qur`an hanya tinggal tulisannya saja .. al-Qur`an hanya tinggal MTQ dan lomba kaligrafinya saja ,.. as-Sunnah hanya dipelajari dalam bentuk teori saja.. sejarah hanya dijadikan materi pelajaran tanpa makna yang berarti untuk dijadikan 'ibroh.. dan sama sekali tidak ada muatan RUUH, .. tidak berisi… dengan isi yang menjadikan umat ini menjadi pembelanya dan pengusungnya… (kecuali sedikit dari mereka dari orang-orang yang ALLÂH rahmati).

Memprihatinkan memang, tapi begitulah kenyataanya, sampai-sampai kondisi yang mengenaskan yang menimpa umat islam di belahan dunia yang disebabkan perlakuan buruk musuh ALLÂH … jangankan untuk memberikan pertolongan dengan jiwa dan raganya,.. terbetik saja untuk memberikan perhatiannya pun tidak ada.

Ditambah dengan demokrasi yang dibiuskan oleh orang-orang kafir sudah menjadikan kaum muslimin mabuk kepayang, tak sadarkan diri, bahkan sebagian umat ikut serta dalam pesta demokrasi dengan dalih memperjuangkan islam. Padahal tidaklah upaya mereka itu kecuali telah masuk perangkap semata yang semakin menjadikan musuh-musuh islam semakin terkekeh-kekeh dengan perilaku sebagian umat Islam ini.

Perhatikanlah perkataan Lawrence, tokoh kafir ini ketika berkata dalam tulisannya,"sesuatu yang selalu bergejolak dalam benak saya , saat saya meninggalkan Inggris ke negeri-negeri Timur adalah pertanyaa, 'mungkinkah kita dapat menggantikan ikatan-ikatan keislaman yang melekat pada bangsa muslim dengan ikatan-ikatan kebangsaan?... mungkinkah kita dapat menghilangkan ukhuwwah islamiyah dari dalam dada mereka dan menanamkan sebagai gantinya suatu nilai baru,bahwa mereka adalah orang arab, dipertalikan oleh kebangsaan mereka, dengan bahasa mereka dan asal keturunan mereka, ikatan kultur , sejarah dan sebagainya ?'"

Itu dia angan-angan yang selalu menggelitik lamunan Lawrence saat dia meninggalkan Inggris, untuk dapat memimpin setelah revolusi arab, dan supaya orang-orang arab mengatakan tentangnya sebagai "Raja padang pasir arab"… raja padang pasir tanpa mahkota.

Dialah orang yang mendorong bangsa arab untuk memberontak terhadap pemerintahan Khilafah Utsmaniyah yang menjadi ganjalan besar bagi Negara-negara kafir saat itu, dengan cara membangkitkan semangat kebangsaan dan mengibarkan bendera kebangsaan, yakni nasionalisme arab. Dan , nyatalah .. Angan-angan Lawrence menjadi kenyataan. Sebagian kaum muslimin bertempur melawan saudaranya sendiri. Kaum muslimin arab bertempur melawan kaum muslimin Turki. Padahal muslimin arab berdiri dipihak Inggris dan membunuh muslimin Turki, memuaskan nafsu mereka, mengikuti keinginan syahwat mereka, dengan menjual agamanya demi dunia yang fana. Mereka mengikuti bujuk rayu Inggris. Orang-orang Inggris menulis surat kepada Syarif Husain, seorang pemimpin arab, menjanjikan padanya bahwa kelak jika berhasil mengalahkan Turki, dia akan diangkat sebagai pemimpin arab. Akhirnya pasukan Inggris merebut kemenangan atas pasukan Turki. Jendral Allenby masuk wilayah Palestina pada September (atau oktober) 1917. Dia berkata saat kemenangannya itu :"sekarang Perang Salib telah berakhir". Sedang syarif Husain sendiri dibuang di Cyprus dan dijebloskan kedalam penjara sendirian hingga menemui ajalnya disana.

Bentuk pengkhianatan yang lain terjadi untuk meruntuhkan pemerintahan Khilafah Utmaniyah pada detik-detik akhir keruntuhannya. Salahsatunya Musthafa kamal atta-turk yang dikader dan dibeli oleh Inggris. Namun kemudian diputar balikkan oleh ahli sejarah musuh menjadi seolah pembaharu, padahal dia terlibat dalam persekongkolan untuk meruntuhkan kekhilafahan islam di Turki…hingga runtuh pada tahun 1924.

Mereka memecah belah umat islam menjadi pecahan-pecahan kecil yang berserakan disana sini, tercerai-berai tak ada aqidah yang menyatukannya,.. tak ada agama yang mengikat persaudaraan diantara mereka. Dan kaum muslimin semakin terpecah belah setelah runtuhnya kekhilafahan islam… setelah tali ikatan yang menyatukan mereka terpotong-potong, yakni tali ikatan agama,.. tali ikatan aqidah.

Lihatlah, setelah babak itu… Dengan peran Inggris, tahun 1930 orang-orang Yahudi mulai berdatangan dari berbagai Negara menuju palestina dan al-Quds tanah suci umat islam. Lalu berangsur-angsur berdirilah Negara Israel… sedang kaum muslimin menjadi orang yang terusir… dan ummat islam semakin menderita dari hari kehari.

Hasbunallahu wani'mal wakiil…….

Wallahu a'lam….

*** Disarikan dari buku Tarbiyah Jihadiyah jilid 12# ust. Dr.Abdullah Azzam rahimahullah (ceramah beliau yang dibukukan) – #Pustaka al-'alaq-solo.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Al-ghuraba - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template