Headlines News :
'
Home » » Karakter Yahudi dan Bagaimana Islam Menghadapi Mereka (bag.1)

Karakter Yahudi dan Bagaimana Islam Menghadapi Mereka (bag.1)

Written By Al-ghuraba on Rabu, 23 Maret 2011 | Rabu, Maret 23, 2011

*Edisi Kamis, 19 Rabi'ul akhir 1432 H

"Yahudi memang musuh umat islam sejak zaman kerasulan Nabi Muhammad n", begitulah kalimat yang tepat mengenai karakter orang-orang yahudi ini.

Yahudi dinisbatkan kepada suatu kaum dari Bani israil pengikut Nabi Musa q. Namun pada perkembangannya sepeninggal Nabi Musa q, mereka menyimpang dari ajaran yang dibawa oleh Rasul mereka, sedang mereka masih mengkleim bahwa mereka pengikut Nabi Musa dan kitab suci mereka adalah Taurat.

Menjelang diutusnya Nabi Muhammad n pun, orang-orang yahudi diberbagai tempat, misalnya yang berada didataran syam (sekitar suriah sekarang) dan di Yastrib (Madinah), mereka mengajarkan kitab taurat kepada anak-anak dan mereka. Didalam kitab itu pula didapatkan keterangan bahwa akan lahir seorang Rasul yang ALLÂH utus diakhir zaman. Hal ini sebagaimana pula disebutkan dalam kitab Injil yang asli.

Diantara mereka bahkan saling berwasiat kepada yang lainnya secara turun temurun untuk beriman kepada Nabi yang akan diutus itu, dan bahkan mereka senantiasa menunggu-nunggu kehadiran sang Rasul ALLÂH.

Namun kenyataanya ketika yang diutus itu adalah Nabi Muhammad n yang berasal dari suku arab dan bukan dari kalangan Bani israil, merekapun menolak untuk beriman dan membenarkannya, walaupun mereka mereka meyakini bahwa tanda-tanda kenabian yang disebutkan oleh kitab suci mereka jelas-jelas tampak pada diri beliau n.

Dengan kenyataan ini orang-orang yahudi tidak beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad n kecuali sedikit diantara mereka, yaitu diantara mereka yang lurus akalnya dan bersih kejujurannya, sedangkan sebagian besar orang-orang yahudi mendustakan kerasulan Nabi Muhammad n karena kedengkian dan kesombongan mereka.

Hari demi haripun berlanjut setelah diutusnya Nabi Muhammad n, ujian-demi ujianpun dirasakan oleh Rasul kita yang mulia dan juga para shahabat yang menjadi pengikut agama yang dibawa olehnya. Hingga ketika ALLÂH menunjukkan tempat agar Rasûlullâh dan kaum muslimin hijrah ke Yastrib, yang mana tempat itu sudah banyak juga ditempati oleh orang-orang yahudi, maka tampaklah bagaimana karakter dasar orang-orang yahudi dalam menolak al-haq yang dibawa oleh Rasûlullâh n.

Orang-orang yahudi mengetahui dengan persis bahwa tanda-tanda kenabian dan kerasulan yang mereka temukan pada kitab Taurat yang mereka baca dan ajarkan, ada pada diri Nabi Muhammad n. Namun tidak banyak diantara mereka yang beriman. Diantara mereka yang beriman adalah Abdullah bin Salamz, seorang pemuka kaum yahudi dan orang berilmu mereka.

Ada kisah yang menarik tentang bagaimana awal keislaman Abdullah bin Salam dan bagaimana sifat orang-orang yahudi secara umum.

Kisah keislaman Abdullah bin salam ini disebutkan dalam hadits shahih riwayat imam al-Bukhari, hadits no.3082. Yaitu ketika berita kedatangan Nabi Muhammad di Madinah itu sampai dikalangan penduduk Madinah, maka Abdullah bin salam mendatangi Nabi Muhammad n, dan menanyakan tiga pertanyaan, dia ia mengutarakan bahwa yang bisa menjawab pertanyaan ini adalah seorang Nabi. Ia bertanya, apakah tanda-tanda hari qiyamat ?...apakah makanan yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga ?... dan bagaimana janin bayi yang dilahirkan itu menyerupai bapaknya (sebagai laki-laki) atau ibunya?. Pertanyaan ini pun dapat dijawab oleh Nabi kita yang mulia dan beliau menyampaikan bahwa baru saja Jibril memberitahukan jawabannya kepada beliau. Maka demi mendengar benarnya jawaban beliau, Abdullah bin Salampun beriman dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Lalu datanglah orang-orang Yahudi sedang 'Abdullah masuk ke dalam rumah. Rasulullah n berkata: "Bagaimana tanggapan kalian mengenai laki-laki yang bernama 'Abdullah bin Salam di kalangan kalian?". Mereka menjawab; "Dia adalah orang 'alim kami dan putra dari 'alim kami dan orang kepercayaan kami putra dari orang kepercayaan kami". Kemudian Rasulullah n berkata lagi: "Bagaimana pendapat kalian jika 'Abdullah bin Salam memeluk Islam?". Mereka menjawab; "Semoga dia dilindungi Allah dari perbuatan itu".

Lalu 'Abdullah bin Salam muncul seraya berkata; "Aku bersaksi tidak ada ilah yang berhaq disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah". Maka mereka berkata; "Dia ini orang yang paling buruk diantara kami dan putra dari orang yang buruk". Lalu mereka pergi."

Begitulah contoh dari sifat buruk orang yahudi didalam memandang seseorang. Dan bagaimana pula kedengkian mereka kepada kerasulan Rasûlullâh n.

Dalam kisah lain disebutkan bahwa ada seorang pemuda di Madinah yang sejak kecil dia selalu mendapatkan pengajaran dari ayahnya akan kemunculan Rasul ALLÂH yang akan segera diutus. Pemuda ini sejak kecilnya selalu mendengar pula bagaimana ciri-ciri dan tanda-tanda kerasulannya dan ciri-ciri daerah secara geografis yang akan dijadikan tempat hijrahnya.

Disaat kaum muslimin hijrah ke negeri mereka, orang-orang yahudipun mengetahui akan agama baru dan Nabinya. Hingga dikala Nabi Muhammad n sendiri telah benar-benar hadir diantara mereka di Madinah, pemuda ini teringat dengan pelajaran akan cirri-ciri dan sifat kerasulan Nabi akhir zaman dan ciri-ciri daerah Madinah yang disebutkan didalam kitab Taurat. Lalu ia pun menelusuri kebenaran ciri-ciri dan sifat-sifatnya, dan yakinlah ia bahwa beliaulah Rasûlullâh yang disebutkan dalam kitab Taurat dan yang selalu ia terima pelajaran dari ayahnya dan para tokoh agama yahudi. Tetapi ketika hal itu diutarakan kepada ayahnya dan para tokoh agamanya, mereka menolak kerasulan Nabi Muhammad n dan mendustakannya. Sementara diakhir hayatnya ketika saat detik-detik menjelang ajalnya sipemuda ini karena sakitnya, iapun mengucapkan dua kalimah syahadat dihadapan Rasûlullâh dan para shahabat yang saat itu ditaqdirkan melewati rumahnya. Tentunya dengan kemarahan ayahnya.

Kebenaran akan kerasulan Nabi Muhammad n dengan ciri-ciri fisik, sifat-sifat dirinya dan sifat daerah hijrahnya sebenarnya tak bisa dipungkiri oleh orang-orang yahudi sendiri. Ini terbukti dengan islamnya Salman alfarisi yang justru masuk islam dan menjadi pengikut Nabi Muhammad n, dengan keterangan orang-orang yahudi yang menjadi tuannya di Madinah kala itu.

Salman alfarisi z telah berpindah-pindah negeri dari negeri Persia, ke syam hingga akhirnya ke yastrib untuk mencari kebenaran selama 40 tahun. Namun dalam perjalanan menuju Yastrib dia ditipu dan dijual menjadi bukan belian tokoh yahudi di Yastrib (Madinah). Hingga ketika kedatangan Nabi Muhammad di Madinah, orang-orang yahudi membicarakan tentang sosok Muhammad n secara sembunyi-sembunyi dan mereka meyakini bahwa Muhammad adalah benar-benar seorang Nabi yang diutus. Sebagaimana halnya mereka juga merubah isi dari kitab suci yang ALLÂH turunkan kepada Nabi mereka.

ALLÂH berfirman :

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa`ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis." (QS. Annisa : 46 )

Salman mencuri dengar pembicaraan orang-orang yahudi ini, hingga iapun dapat meyakinkan kebenaran apa yang dibicarakan oleh orang-orang yahudi,dengan menemui Nabi secara langsung bahwa Muhammad itulah orang yang sedang ia rindukan untuk beriman kepada apa yang dibawanya. Ia memiliki ciri-ciri fisik, yaitu tanda kenabian pada bagian bahunya. Ia tidak memakan harta shadaqah tetapi memakan makanan yang dihadiahkan kepadanya. Dan tempat hijrahnya adalah negeri yang banyak ditanam pohon korma, yaitu Madinah.

Begitulah Kedengkian orang-orang Yahudi didalam menentang kerasulan Nabi Muhammad n. Dan penolakan serta penentangan ini tidak cukup disini, akan tetapi berlanjut kepada permusuhan dan makar mereka untuk membunuh Nabi Muhammad sebagaimana kebiasaan orang-orang bani israil yang membunuh nabinya. Mereka menampakkan kebencian terhadap islam dan kaum muslimin sehingga tidak segan-segan melanggar perjanjian kesepakatan piagam Madinah dengan orang-orang islam yang telah mereka sepakati bersama.

Dikemudian hari , seiring dengan waktu kebencian itu semakin parah, hingga mereka berani mengancam dan membuka front untuk memerangi kaum muslimin dengan pengkhianatan mereka. Dan Nabi Muhammad n mengambil tindakan tegas yang menjadi teladan bagi umat islam bagaimana menghadapi kaum yahudi, yaitu kejadian perang melawan kaum Yahudi bani Qainuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah.

…….. bersambung………

*** Wallahu a'lam.


 

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Al-ghuraba - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template